Membuat Pupuk Organik Sabut Kelapa Cair yang Bisa Dilakukan di Rumah

Kali ini Kami akan membuat artikel yang berjudul membuat pupuk organik sabut kelapa, saat mengupas kelapa sabut kelapa umumnya hanya untuk bahan bakar untuk memasak, akan tetapi dewasa ini telah banyak orang yang berpindah menggunakan kompor gas, sehingga sabut kelapa di pandang sebelah mata sebagai sampah yang tak terpakai. Namun, ternyata sabut kelapa bisa dibuat menjadi pupuk organik. Di sabut kelapa banyak mengandung bahan-bahan yang diperlukan oleh tanaman seperti Kalium Clorida (KCl).

KCl sangat berperan dalam peningkatan hasil panen, menguatkan batang tanaman dan merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar. Penerapan pupuk KCl sangat tepat diaplikasikan saat tanaman mulai berbunga, hal ini akan dapat membantu meningkatkan aktivitas pembentukan hasil biji maupun buah pada tanaman. Sehingga dapat menghasilkan biji maupun buah yang sempurna.

Pembuatan pupuk KCl dari sabut kelapa pun terbilang cukup mudah, biaya relatif murah, serta alat dan bahan yang digunakan untuk membutnya relatif mudah didapat.

Berikut Ini Cara Membuat Pupuk Organik Sabut Kelapa

Siapkan Sabut Kelapa Kering

Bagi Anda yang tinggal di kawasan dataran rendah, khususnya dekat pantai, tentu tidak sulit menemukan sabut kelapa. Hal ini karena pohon kelapa banyak ditemukan di daerah pesisir.

Jika Anda sudah mendapatkan sabut kelapa, ada dua pilihan yang bisa Anda ambil. Anda bisa memisahkan sabut dari kulitnya atau membiarkannya saja untuk diproses lebih lanjut. Yang jelas, cara membuat pupuk organik sabut kelapa harus memisahkan terlebih dulu bagian tempurung dan daging dengan lapisan kulitnya. cocomesh jaring sabut kelapa

Alat dan Bahan yang dibutuhkan :

Setelah menyiapkan sabut kelapa kering dengan jumlah sesuai selera, Anda juga harus memperhatikan hal berikut ini. Yakni dengan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk membuat pupuk organik cair dari sabut kelapa kering. Apa saja yang harus Anda siapkan?

  1. Wadah berupa ember atau tong bekas. Siapkan wadah yang sekiranya cukup menambung sabut kelapa yang sudah Anda dapatkan. Biasanya, orang-orang menggunakan ember plastik.
  2. Kedua adalah pisau. Pastikan pisau yang Anda pakai tidak berkarat dan bukan merupakan pisau yang biasa dipakai memasak. Untuk berjaga-jaga siapa tahu Anda ingin membuat pupuk dari sabut kelapa lagi, gunakan pisau khusus.
  3. Gula merah. Siapkan gula merah sesuai takaran. Anda dapat menghitung dari jumlah sabut kelapa yang tersedia. Misalnya jika sabut kelapa seberat satu kilogram, maka siapkan bahan gula merah sebanyak 100 gram.
  4. EM4 atau Effective Microorganism 2-4 adalah cairan kecokelatan dan beraroma manis dan asam yang di dalamnya terkandung berbagai macam mikroorganisme hidup yang bermanfaat serta menguntungkan bagi tanah dan tanaman. EM4 sudah sangat populer digunakan untuk pertanian. Bahan ini tidak hanya penting untuk perawatan buah naga dalam pot, tetapi juga sebagai bahan pembuatan pupuk organik. Takaran penggunaannya adalah 100 ml per satu kilogram sabut kelapa.
  5. Air bersih sebanyak 10 liter per 100 ml EM4. Bisa ditambah menyesuaikan takaran bahan-bahan lain. Berikut ini dijelaskan cara membuat pupuk organik sabut kelapa

Langkah Langkah Pembuatannya :

  • Pertama tentu saja memisahkan sabut kelapa dari buahnya. Uraikan sabut yang masih saling merekat lalu masukkan ke dalam wadah.
  • Kedua, larutkan gula merah dengan 10 liter air di wadah terpisah.
  • Campurkan EM4 ke dalam larutan gula merah.
  • Tuangkan campuran tersebut ke wadah berisi sabut kelapa, kemudian tutup rapat.
  • Buka tutup ember setiap pagi selama beberapa detik untuk membuang gas yang timbul.
  • Jauhkan dan simpan di tempat yang tidak terpapar sinar matahari. Biarkan selama 2 minggu. 

Selanjutnya, Anda bisa mengaplikasikan pupuk organik pada bagian akar maupun daun tanaman. Perlakuan ini akan membantu merangsang pertumbuhan, perkembangan, dan otomatis juga merangsang pembuahan. Cara mengaplikasinya adalah

  • Pada akar, cukup campurkan larutan pupuk organik dengan air bersih pada perbandingan 1:3. Kucurkan pada tanaman dengan dosis kurang lebih 2 ml per tanaman satu minggu sekali.
  • Pada daun, campurkan larutan pupuk organik dan air bersih dengan perbandingan 1:5 dan langsung semprotkan pada bagian daun dan batang tanaman satu minggu sekali.

Lebih dari itu, pupuk organik sabut kelapa ini memiliki sejumlah manfaat untuk tabulampot. Di antaranya yaitu:

  • Mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis pada tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara.
  • Meningkatkan vigor tanaman menjadi lebih kuat dan kokoh.
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca, dan serangan patogen penyebab penyakit.
  • Merangsang pertumbuhan cabang produktif.
  • Meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah.
  • Mengurangi gugurnya daun, bunga, dan bakal buah.

Kandungan Unsur Hara Pupuk Organik Cair (POC) Sabut Kelapa

Banyak yang sudah memanfaatkan sabut kelapa untuk pupuk terutama pupuk organik cair. Para petani sangat terbantu dengan penggunaan pupuk sabut kelapa ini karena bisa menjadi subtitusi dari pupuk KCL. Kenapa? Hal ini tidak terlepas dari kandungan kimia di dalamnya. Salah satu kandungan tersebut adalah kalium (K).

Tidak hanya kalium, masih ada unsur lain seperti magnesium (Mg), kalsium (Ca), fosfor (P) dan sejumlah unsur mikro di dalam sabut kelapa. Unsur unsur yang ada dalam sabut kelapa mudah sekali diperoleh terutama kalium. Sebab kalium mudah larut dalam air. cocomesh jaring sabut kelapa

Peran Unsur Kalium (K) untuk Tanaman

Di mana ada pemupukan tanaman, pupuk yang mengandung kalium tidak mau ketinggalan. Apalagi pemupukan NPK, sudah pasti K nempel terus bersama pupuk majemuk tersebut. Bahkan, untuk memenuhi unsur hara kalium, ada juga yang memberikan pupuk tunggal, yaitu KCL.

Inilah Beberapa Peran Unsur Kalium (K) yang Perlu diketahui

A. Sangat berperan dalam pembentukan karbohidrat dan lemak.

B. Berfungsi juga sebagai katalisator dalam hal reaksi – reaksi biokimia dalam jaringan tanaman.

C. Tanaman lebih tahan atau adaptif terhadap kekeringan.

D. Meningkatkan daya tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

E. Akar menjadi banyak dan semakin luas pertumbuhannya.

F. Meningkatkan hasil tanaman karena daun, bunga dan buah tidak mudah rontok.

G. Kualitas hasil tanaman terutama buah menjadi lebih baik. Bahkan rasa buah lebih manis.

Leave a Comment